Di era globalisasi, dunia tidak lagi hanya menikmati perkembangan teknologi dan sistem komunikasi yang semakin mudah. Tetapi, juga menghadapi berbagai tantangan seperti perang, konflik, dan perpecahan sosial. Peristiwa-peristiwa ini menunjukan kepada kita jika perdamaian itu masih menjadi sebuah kebutuhan penting bagi manusia.
Pada situasi seperti ini agama tidak hanya menjadi sebuah pedoman, tapi juga memegang peran sebagai penggerak dalam menanamkan nilai-nilai kemanusian, toleransi, dan kerja sama. Oleh karena itu, banyak pergerakan perdamaian dengan melibatkan tokoh maupun komunitas agama dengan tujuan untuk menghadirkan tatanan dunia yang lebih damai dan harmonis.
Agama memiliki peran penting dalam mengajak dan mengajarkan pengikutnya untuk mempercayai Tuhan. Dengan keberadaan agama, itu juga menjadi pedoman bagi setiap manusia guna mengendalikan diri di tengah masyarakat serta untuk menghadirkan kehidupan yang baik. Agama menghembuskan preventif, persuasif, dan edukatif terhadap umatnya supaya hidup damai dan harmonis.
Menurut Hans Kung, perdamaian dunia tidak dapat terwujud tanpa adanya perdamaian antar agama. Oleh karena itu, dialog dan kerja sama antara umat beragama menjadi langkah penting dalam menciptakan perdamaian global.
Dari pernyataan tadi, menunjukan bahwa salah satu kunci terciptanya stabilitas dan perdamaian global adalah adanya hubungan yang harmonis antara umat beragama. Pendapat ini terbukti dengan adanya dialog dan kerja sama lintas agama yang dilakukan di berbagai negara.
Dengan adanya dialog antar umat, masyarakat dapat saling memahami, mengurangi prasangka. Juga mencegah terjadinya konflik antar umat beragama.
Di dalam buku Agama dan Perdamaian: Landasan, Tujuan, dan Realitas Kehidupan Beragama di Indonesia karya Ridwan Lubis (Gramedia Pustaka, 2017) dituliskan bahwa cita-cita keberagamaan pada dasarnya adalah mewujudkan perdamaian dalam kehidupan manusia. Semakin damai kehidupan masyarakat, semakin terbuka pula peluang bagi setiap pemeluk agama untuk menjalankan ajaran agamanya dengan baik.
Dari sini bisa dinyatakan bahwa agama memiliki peran yang sangat penting untuk menciptakan kehidupan yang rukun. Tercipta suasana damai di tengah-tengah masyarakat yang beragam.
Kerja Sama
Kerja sama kemanusiaan lintas agama merupakan salah satu wujud nyata peran agama dalam menciptakan perdamaian global. Walaupun memiliki keyakinan yang berbeda-beda, umat beragama tetap dapat bersatu untuk saling membantu satu sama lain melalui berbagai kegiatan sosial yang ada, seperti bantuan kemanusian, Pendidikan, dan berbagai hal lainnya.
Dengan adanya kegiatan seperti ini dapat membantu masyarakat, selain itu kegiatan ini juga dapat memperkuat hubungan antara umat beragama. Sehingga, dari hubungan yang harmonis ini masyarakat dapat menghindari munculnya sikap prasangka buruk terhadap saudara-saudaranya serta mendorong tumbuhnya sikap saling menghormati sesama manusia.
Salah satu contoh kerja sama lintas umat beragama dalam mewujudkan perdamaian global adalah adanya organisasi Religons for Peace. Organisasi ini mempertemukan para pemimpin dan tokoh-tokoh agama dari berbagai latar belakang dengan tujuan untuk melakukan kerja sama dalam bidang kemanusiaan, pembangunan perdamaian, hingga mengenai penyelesaian konflik.
Dengan hadirnya organisasi ini membuktikan bahwa keyakinan yang berbeda bukanlah pengahalang untuk bersatu dan bekerja sama dalam menghadapi berbagai persoalan kemanusiaan. Dengan adanya kerja sama melalui dialog, kolaborasi, dan aksi sosial, Religions for Peace menunjukan bahwa agama dapat menjadi kekuatan besar yang mendorong terciptanya kehidupan yang harmonis dan damai di tingkat global.
Selain mendorong kerja sama lintas agama, agama sendiri juga memiliki peran sebagai sebuah kekuatan moral dalam menghadapi tantangan global yang berbagai macam. Contohnya seperti saat ini, yang mana dunia sedah dihadapkan pada berbagai persoalan, seperti perang, krisis kemanusiaan, ketidakadilan, dan banyaknya korban akibat konflik yang tidak pernah selesai.
Pada situasi seperti ini, agama bisa menjadi sumber nilai yang dapat mendorong manusia untuk menciptakan perdamaian, keadilan, dan solidaritas.
Gus Dur
Sejalan dengan gagasan dari Abdurrahman Wahid dalam Islamku, Islam Anda, Islam Kita, agama tidak seharusnya hanya dipahami sebagai sebuah ajaran yang mengatur hubungan manusia dengan Tuhan, tetapi juga harus dipahami sebagai kekuatan yang menumbuhkan nilai-nilai kemanusiaan. Pemahaman ini semakin penting saat berada di tengah persoalan global yang semakin banyak seperti saat ini.
Dalam upaya menghadapai berbagai persoalan global tersebut, agama dapat menjadi sumber inspirasi yang bisa melahirkan sikap saling peduli, rasa solidaritas, serta komitmen untuk menciptakan perdamaian.
Peran agama sebagai sebuah kekuatan moral dapat kita lihat melalui respons dari berbagai komunitas keagamaan terhadap konflik Palestina-Israel. Di tengah situasi yang menimbulkan banyak korban dan penderitaan yang berkepanjangan, sejumlah pemimpin agama serta organisasi keagamaan di Eropa mulai menyerukan penghentian kekerasan dan perlindungan terhadap warga sipil.
Seruan itu lahir dari keyakinan bahwa setiap manusia memiliki martabat yang harus dihormati, terlepas dari agama ataupun kebangsaannya. Sikap ini menunjukan kepada kita bahwa agama tidak hanya berbicara tentang hubungan manusia dengan tuhannya, tetapi juga tentang kepedulian terhadap sesama.
Dengan melalui dukungan kemanusiaan, mereka semua mengingatkan kepada dunia bahwa nilai-nilai kemanusian harus tetap dijunjung tinggi di tengah konflik.
Jadi, agama memiliki peran yang sangat penting dalam mewujudkan perdamaian global. Di tengah zaman yang penuh dengan berbagai konflik dan tantangan kemanusian yang terus terjadi, agama dapat menjadi sumber nilai-nilai yang mengajarkan manusia tentang toleransi, kepedulian, serta kerja sama antara manusia.